Category : Pondokan MAB

Home»Archive by Category "Pondokan MAB" (Page 10)

Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan Ada di Tangan Pemuda

Satu hari menjelang Peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, Lemhannas RI menggelar Kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Bagi Kalangan Pemuda Angkatan ke-7 Tahun 2014, yang dimulai pada hari Senin (27/10) bertempat di Auditorium Lemhannas RI.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, Prof. Dr. Budi Susilo Soepandji, DEA, dengan menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada 2 orang perwakilan dari peserta. Dalam sambutannya Budi Susilo Soepandji menjelaskan, sejak era perjuangan kemerdekaan Indonesia, pemuda memiliki peran yang sangat penting.

Menurutnya, peran tersebut ditandai dengan kesadaran para pemuda atas jiwa nasionalis bangsa yang melahirkan organisasi kepemudaan pertama yakni Budi Utomo pada tahun 1908. Organisasi tersebut, saat itu dipelopori oleh para tokoh pemuda seperti Wahidin Sudiro Husodo, Sutomo, dan Cipto Mangunkusumo, sampai dengan lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Para penerima beasiswa MAB ikut serta dalam pelatihan yang diadakan selama tujuh hari tersebut. Pelatihan akan diakhiri dengan Outbond yang diadakan di Setukpa Polri, Sukabumi. Sebagai wadah untuk mempererat ikatan antar alumni pelatihan, maka terpilihlah Awang Pemuji, Teknik Metalurgi dan Material  UI angkatan 2012 sebagai ketua angkatan 7 Pemuda Lemhannas 2014.

Pondokan Mata Air Biru : Disinilah Lahir Sebuah Cinta

We cannot tell the precise moment when friendship formed. As in filling a vessel drop by drop, there is at last a drop which makes it run over; so in a series of kindness there is at last one which makes the heart run over. – Samuel Johnson

Pondokan ini tidak besar, namun cukup sebagai tempat beristirahat dari aktivitas keseharian mahasiswa menimba ilmu di kampus. Kita di sini tidak saling mengenal awalnya, namun waktu seakan mengubah kedekatan antara kita menjadi satu keluarga, yang senantiasa mengisi kerinduan pada keluarga di rumah, menyemangati dalam setiap lelah di negeri perantauan ini.

Di pondokan ini kita saling mengenal, berbagi suka-duka, belajar memahami dan mengerti hidup sebagai mahasiswa perantauan demi mengejar cita-cita yang tinggi di kemudian hari. Dari sinilah lahir sebuah cinta: Pondokan Mata Air Biru.

Aku hanyalah satu diantara belasan penghuni pondokan ini, beberapa tahun lalu. Ketika kebutuhan akan tempat berteduh selama menempuh pendidikan di salah satu universitas terbaik di negeri ini tak terpenuhi lantaran uang saku yang tak cukup, bahkan untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pondokan ini jadi alternatif bagi mahasiswa rantau. Disinilah aku mulai belajar.

Keluarga, meski mereka nun jauh disana, tetapi kehadiran teman-teman di pondokan ini mengobati kerinduanku akan keluarga. Dari mereka pun aku belajar untuk saling memahami satu sama lain, meski sifat kita berbeda. Saling menguatkan di kala yang lain dirundung duka. Saling menyemangati disaat butuh semangat. Dan saling melengkapi kekurangan di diri masing-masing.

Kelak, pondokan ini akan terus jadi saksi perjuangan kami dalam mencapai gelar sarjana. Jatuh bangunnya diri kami, saat duka, lara, hingga penuh senyuman bahagia saat semua hampir usai. Meski hanya bilangan tahun kita dipersatukan dalam pondokan kecil ini, namun kenangan yang tersisa tak akan pernah terhapus dari memori kami. Dan mungkin menjadi pemantik bagi kami kelak untuk menjadi seperti mereka yang telah berjasa menyediakan pondokan ini bagi kami. Karena disinilah lahir sebuah cinta, di pondokan Mata Air Biru…. (BS)

 

Catatan : Sukses di Usia Muda

“Recipe for success: Study while others are sleeping, work while others are loafing, prepare while others are playing, and dream while others are wishing.” ~William A. Ward

Jum’at lalu, tiga orang penghuni pondokan yang selama ini dekat dan telah menjadi bagian dari keluarga MAB berhasil menyelesaikan kuliahnya. Akhir dari perjuangan menimba ilmu selama empat tahun di kampus tercinta, juga awal dari perjalanan hidup untuk mengejar cita.

Senin ini, kehidupan kampus kembali lagi dimulai. Ketika sebagian dari mahasiswa lama yang telah menyelesaikan masa pendidikannya menanggalkan status mahasiswanya, sebagian lain masih tersisa. Siswa SMA kini menggantikan posisi mereka, menyandang status baru sebagai mahasiswa.

Pondokan MAB mulai senin ini pun sama. Kembali penghuninya memulai aktivitas di kampus. Kembali bergelut dengan buku-buku dan rumus-rumus keteknikan. Kembali berjuang untuk menyelesaikan pendidikan tinggi di kampus tercinta: Fakultas Teknik UI.

Semua siklus itu silih berganti dari waktu ke waktu. Dari hari ini hingga masa mendatang. Paman William A. Ward memberikan kita resep untuk mencapai kesuksesan yakni dengan Belajar ketika yang lain tertidur, bekerja ketika yang lain sedang malas, mempersiapkan diri ketika yang lain sedang bermain, dan bermimpi ketika yang lain hanya bisa berharap.

Sukses dalam hidup dimulai ketika kita muda, dimulai saat ini dan akan menentukan menjadi seperti apa kita nanti. Selamat meraih kesuksesan!

Publikasi